KEBUTUHAN PERTOLONGAN PERTAMA PSIKOLOGIS

Foto untuk : KEBUTUHAN PERTOLONGAN PERTAMA PSIKOLOGIS
Share
Semenjak gempa 7.0 Scla ritcher yang terjadi pada tanggal 05 Agustus 2018, dan gempa yang terjadi tadi malam dengan skala yang sama yang 7.0 Skala Ritcer berbagai macam bantuan Medis dan logistik dari berbagai macam, instutisi, organisasi, relawan dan saudara-saudara kita yang berada di sekitar lombok, bahkan luar daerah dan luar negeri berdatangan.
 
Akan tetapi bukan bantuan berupa fisik pasca gempa saja yang dibutuhkan seperti bantuan makanan, terpal, baju dan bantuan-bantuan lain yang terbilang penting. Tetapi selain itu, para korban sebetulnya juga membutuhkan bantuan kesehatan mental karena trauma yang timbul dari bencana alam gempa ini.
 
Dukungan Mental Sosial sangatlah penting, melihat banyak masyarakat di lombok mengalami trauma dan ketakutan yang berlebih ketika mendengar suara-suara yang menyerupai gaung, getaran, atau semacamnya. Dukungan Mental Sosial sendiri diutamakan pada anak-anak dan lansia, yang biasanya mengalami trauma paling kuat, baik stres maupun depresi.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat Drs.H.Rahcmah Sahan Putra,M.kes menyampaikan bahawa "Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat Bekerjasama dengan Dokter Lintas Batas untuk memberikan pelatihan Psychological First Aid atau Pertolongan Pertama Psikologis kepada Petugas Puskesmas dan Pegawai Dinas Kesehatan sebanyak 56 orang untuk turun setiap hari membantu memperbaiki psycologis masyarakat di Lombok Barat".
 
Sepanjang masa tanggap darurat ini, sudah 7.442 sasaran yang diberikan Psycho Social Support (PSS) di 79 Lokasi baik di titik pengungsian, Sekolah maupun posko bantuan. Hal ini bisa di lakukan dengan berbagai macam bantuan dari relawan seperti Dokter Lintas Batas, Asosiasi Bapelkes Indonesia (ABI), Tim dari setiap Puskesmas dan Dinas Kesehatan dan DPP Patelki (Persatuan Ahli Tekhnologi Laboratorium Medik Indonesia) sehingga bisa setiap hari turun ke lokasi.
 
Dengan Pertolongan Pertama Psikologis ini kami berharap setidaknya bisa mengurangi trauma, stres dan depresi masyarakat di lombok. Sehingga kita semua bisa melawati bencana ini dengan lapang dada.

Sambutan