Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M)

Foto untuk : Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M)
Share

Undang-Undang No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan mengamanahkan bahwa kesehatan adalah keadaan sehat secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pada pasal 79 ayat (1) mengamanahkan bahwa “kesehatan sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan setinggi-tingginya menjadi sumber daya manusia yang berkualitas” 
Anak usia sekolah merupakan sasaran intervensi kesehatan yang strategis karena jumlahnya besar, dapat dijangkau melalui sekolah, dan menentukan kualitas pada usia produktif. Namun situasi gizi dan kesehatan anak usia sekolah masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Riskesdas tahun 2010 dan 2013 dan Global School Health Survey (GSHS) tahun 2015 menunjukkan masih cukup banyak masalah terkait makro nutrien dan mikro nutrien (kurus, gemuk, anemia dan stunting), masalah perilaku makan anak (kurang sayur buah, tidak sarapan, konsumsi mie instan, junk food dan minuman bersoda), masalah PHBS (tidak selalu cuci tangan, tidak selalu sikat gigi, kurang aktifitas fisik). Lingkungan sekolah (tawuran,bulliying) serta masalah mental emosional (merasa kesepian,khawatir).

Keberhasilan pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) terlihat dan tercermin pada perilaku hidup bersih dan sehat serta meningkatnya derajat kesehatan peserta didik khususnya dan masyarakat sekolah pada umumnya. Hal ini merupakan dampak yang diharapkan dari terlaksananya pembinaan dan pengembangan program UKS/M disemua satuan pendidikan mulai dari tingkat TK/RA, SD/MI, SMP/MTS, DAN SMA/SMK/MA.

Program peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi peserta didik perlu dilakukan sedini mungkin dan terpadu, terencana, terarah, dan terkoordinasi melalui program pendidikan yaitu kegiatan kurikuler, ekstrakurikuler, dan melalui usaha-usaha lain di luar sekolah yang menunjang perilaku hidup bersih dan sehat.


Untuk mewujudkan model sekolah/madrasah sehat, kegiatan pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sehat (Trias UKS/M) dilaksanakan terintegrasi dengan kegiatan belajar mengajar. UPT BLUD Puskesmas Gunungsari Kecamatan Gunungsari pada tahun 2019 mereplikasi jumlah sekolah/madrasah yang menerapkan Model Sekolah/Madrasah Sehat melalui kegiatan Sosialisasi Penerapan Model Sekolah/Madrasah Sehat Setingkat SMP/MTs di MTs Al Aziziyah Dusun Kapek Atas Desa Gunungsari. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah, Guru Pengajar, Guru Penanggung Jawab UKS, Komite Sekolah/Madrasah MTs Al Aziziyah Dusun Kapek Atas Desa Gunungsari. Pertemuan ini dimaksudkan agar peserta pertemuan terorientasi tentang tahapan pelaksanaan model sekolah/madrasah sehat dan jenis-jenis kegiatan dalam model sekolah/madrasah sehat. 

Kunci keberhasilan untuk mewujudkan model sekolah/ madrasah sehat salah satunya adalah adanya komitmen untuk melaksanakan kegiatan UKS/M secara terintegrasi dengan kegiatan sekolah; adanya bimbingan teknis secara rutin dan terkoordinasi yang dilakukan melalui kunjungan ke sekolah-sekolah dengan waktu yang terjadwal dan monitoring evaluasi. Bimbingan teknis bertujuan sebagai upaya untuk mengetahui tingkat implementasi UKS/M, kemajuan model sekolah sehat apakah sudah dilaksanakan atau belum, jika sudah dilaksanakan apakah sesuai dengan pedoman sehingga jika belum sesuai maka koreksi dapat segera diberikan. 

Monitoring dan evaluasi dilaksanakan menggunakan data obyektif yang didapat melalui instrumen kuesioner melalui analisa data untuk memastikan apakah pelaksanaan Trias UKS berdampak pada peningkatan status kesehatan peserta didik.  Tahapan monitoring dan evaluasi sebagai berikut : 1. Monitoring Awal, dilakukan pada awal dimulainya program model sekolah sehat, disarankan bertepatan dengan awal tahun ajaran baru, untuk menghasilkan data dasar status kesehatan peserta didik, pengetahuan kesehatan peserta didik dan pelaksanaan trias UKS/M di sekolah; 2. Monitoring Akhir, dilakukan pada akhir tahun ajaran, untuk menghasilkan data akhir status kesehatan peserta didik, pengetahuan kesehatan peserta didik dan pelaksanaan trias UKS/M di sekolah, yang akan dibandingkan dengan data dasar untuk di dapatkan data dampak pelaksanaan Trias UKS; 3. Evaluasi, dilakukan untuk mengetahui tahapan pelaksanaan Trias UKS, permasalahan dan solusi serta yang terpenting adalah memperoleh rencana tindak lanjut bagaimana melanjutkan pelaksanaan Trias UKS/M di sekolah tersebut ataupun mereplikasi ke sekolah lainnya. (DeQ_Astie/Promkes_Lobar).

Sambutan