PUSKESMAS PARIPURNA PERTAMA DI LOMBOK BARAT

Foto untuk : PUSKESMAS PARIPURNA PERTAMA DI LOMBOK BARAT
Share

Peraturan Menteri Kesehatan No 46 tahun 2015 mengatur bahwa Fasilitas Kesehatan yaitu salah satunya Puskesmas wajib di akreditasi setiap 3 (tiga) tahun. Untuk penetapan Akreditasi sendiri dilakukan dengan proses pendampingan-pendampingan, kemudian dilakukan survey akreditasi. Survey akreditasi merupakan kegiatan penilaian untuk mengukur tingkat kesesuaian terhadap standar Akreditasi. Pengaturan Akreditasi Puskesmas bertujuan untuk :

  1. Meningkatkan Mutu Pelayanan dan Keselamatan Pasien.
  2. Meningkatkan perlindungan bagi sumber daya manusia, kesehatan masyarakat dan lingkungannya, serta Puskesmas.
  3. Meningkatkan kinerja Puskesmas dalam pelayanan kesehatan perorangan dan/atau kesehatan masyarakat.

Roadmap pelaksanaan akreditasi tahun 2019 ada 8 Puskesmas yang disurvey yaitu 6 (enam) puskesmas yang penilaian ulang dan 2 (dua) puskesmas perdana. Survey akreditasi sudah dilakukan mulai Puskesmas Sedau di akhir bulan Agustus yang dilanjutkan dengan Puskesmas Banyumulek, Sekotong, Kuripan, yang dinilai bulan September,  Puskesmas Meninting disurvey bulan Oktober dan terakhir 3 puskesmas di minggu yang sama bulan Nopember yaitu Puskesmas Eyat Mayang, Narmada dan Suranadi.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Lombok Barat  pada tahun 2018 mendapatkan penghargaan dari  Kementerian Kesehatan Republik Indonesia “Sebagai Kabupaten/Kota yang Memiliki 100 persen Puskesmas Terakreditasi” namun belum ada Puskesmas dengan status akreditasi Paripurna. Adapun kelulusan akreditasi itu sendiri dimulai dari Terakreditasi Dasar, Madya, Utama dan Paripurna.

Dari 6 (enam) puskesmas yang disurvey ulang 5 puskesmas meraih capaian yang lebih tinggi dari status akreditasi sebelumnya, malah 4 (empat) Puskesmas meraih dua kali lompatan. Puskesmas yang sebelumnya  terakreditasi Dasar dan setelah disurvei kembali hasil kelulusan akreditasinya 2 (dua) kali lompatan menjadi Terakreditasi Utama, yaitu Puskemas Sedau, Kuripan, Meninting, Puskesmas Sekotong yang sebelumnya terakreditasi Madya menjadi terakreditasi Utama, dan prestasi yang luar biasa telah diraih oleh puskesmas Narmada yang sebelumnya terakreditasi Dasar menjadi terakreditasi PARIPURNA.

Untuk puskesmas yang disurvey perdana juga meraih prestasi yang membanggakan dengan raihan puskesmas terakreditasi Madya. Puskesmas Narmada sendiri sebelumnya dengan penggalangan ulang komitmen yang telah dilakukan memang sudah menargetkan untuk dapat meraih akreditasi Paripurna. Untuk mencapai kualitas mutu pelayanannya banyak upaya-upaya peningkatan mutu serta prestasi-prestasi yang telah diraih tingkat kabupaten, Propinsi dan Nasional, baik oleh Pemimpin UPT BLUD Puskesmasnya, Tenaga Kesehatannya dan Puskesmas itu sendiri. Pendampingan oleh Tim Pendamping bagi Puskesmas yang telah terakreditasi/paska akreditasi dilakukan 2 (dua) kali setahun, selain itu juga dilakukan pendampingan pada saat pra survey, paska pra survey/menjelang survey  dan pada saat dilakukan survey.

Tim Pembina Akreditasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat juga melakukan pendampingan dan pembinaan. Pembinaan oleh Tim Dikes ini dilakukan baik secara bersamaan dengan pendamping maupun terpadu oleh Tim Dikes itu sendiri, baik sebelum pra survey, paska pra survey dan pada saat survey. Pembinaan secara tidak langsung juga diberikan melalui Rakor Dikes, Feedback hasil-hasil kegiatan/ pencatatan dan pelaporan baik melalui surat, wa group ataupun pertemuan-pertemuan oleh pemegang program lingkup Dikes.

Untuk proses pendampingan oleh Tim Pendamping Puskesmas Perdana berbeda diproses pendampingan saja, yaitu mulai dari penggalangan komitmen, workshop instrument, penyusunan POA, penyusunan dokumen, implementasi dokumen dan pra survey. Pembinaan langsung dilakukan melalui Monitoring dan Evaluasi oleh bidang-bidang, Mini Lokakarya Lintas Sektor tingkat Kecamatan. Dimana pembinaan ini juga dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan.

Tercapainya akreditasi  ini juga tidak terlepas dari peran Lintas sektor dan masyarakat yang juga ikut serta di telusur wawancara oleh surveyor akreditasi, baik wawancara langsung di lapangan maupun diskusi di puskesmas. Puskesmas diharapkan lebih meningkatkan lagi koordinasi dan integrasi dengan lintas sektor dengan lebih memberdayakan UKBM (Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat).

Sambutan