RAPAT KERJA KESEHATAN DAERAH DINAS KESEHATAN KABUPATEN LOMBOK BARAT 3-4 MEI 2018

Foto untuk : RAPAT KERJA KESEHATAN DAERAH DINAS KESEHATAN KABUPATEN LOMBOK BARAT 3-4 MEI 2018
Share

Pada tanggal 3 dan 4 Mei tahun 2018, dilaksanakan Rapat Kerja Kesehatan Daerah yang mengambil tempat di Puri Saron Senggigi Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat. Peserta kegiatan ini adalah dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, Puskesmas yang ada di Kabupaten Lombok Barat dan Lintas Sektor.

Rapat Kerja Kesehatan Daerah kali ini sebernya merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Koordinasi Kesehatan yang dilaksanakan pada 4 dan 5 April 2018 lalu. Yakni membahas 3 isu Nasional Kesehatan yang menjadi perhatian untuk segera diselesaikan adalah Stunting,TBC dan Imunisasi dengan output sebuah Rencana Aksi Daerah (RAD).

STUNTING

Pada Pemaparannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaen Lombok Barat, Drs. H. Rachman Sahnan Putra, M. Kes. mengatakan bahwa ada dua hal Intervensi yang bisa dilakukan dalam penanganan Stunting, yakni Intervensi Spesifik dan Intervensi Sensitif.

  • Intervensi Spesifik :

    1. Kegiatan dilakukan oleh sektor kesehatan.

    2. Ditujukan khusus untuk 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

    3. Bersifat jangka pendek.

    4. Hasilnya didapat dalam waktu relatif pendek.

  • Intervensi Sensitif :

    1. Kegiatan pembangunan diluar sektor kesehatan.

    2. Sasaran masyarakat umum.

    3. Bersifat jangka panjang.

 

TB

Upaya Terobosan yang akan dilakukan yaitu melalui : Gerakan Berantas Kasus TB (GEBRAK TB) dengan C-TOSS 

Kegiatannya:

  • Kompanye TB

  • Sosialisasi dan Advokasi

  • Intervensi TB dengan PIS PK

  • Peningkatan Kapasitas Programer TB Puskesmas

  • Konsling komperhensif dan terarah pada setiap penderita TB dan keluarganya

  • Penyediaan ruangan Khusus TB

  • Peningkatan penjaringan  kasus (lintas prog dan linsek)

 

IMUNISASI

Tantangan dan Permasalahan yang ada pada Program Imunisasi :

  1. Isu HALAL mengenai vaksin masih dipertanyakan oleh sebagian Masyarakat.

  2. Adanya provokasi dari beberapa Media Sosial dan Informasi terkait KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) dengan pemberitaan yang berlebihan.

Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penanda tanganan MOU kerjasama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat dan BNN Provinsi Nusa Tenggara Barat.

 

KESEPAKATAN DAN RENCANA TINDAK LANJUT

RAKERKESDA KABUPATEN LOMBOK BARAT

PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING,TB DAN PENCAPAIAN IMUNISASI

SENGGIGI, 3-4 MEI TAHUN 2018

 

  1. RENCANA AKSI DAERAH AKAN DI SOSIALISASIKAN DI SETIAP TINGKATAN DAN AKAN MENGHASILKAN KOMITMEN DAERAH

  2. PENYUSUNAN PERATURAN BUPATI TENTANG RENCANA AKSI DAERAH

  3. ROAD SHOW KE SEMUA KECAMATAN

  4. PENCANANGAN RENCANA AKSI DAERAH DI TINGKAT KABUPATEN DAN SEMUA KECAMATAN SECARA SERENTAK

  5. PENYUSUNAN PERATURAN DESA MENGACU PADA PERATURAN BUPATI TENTANG RENCANA AKSI DAERAH

  6. VALIDASI  DAN SINKRONISASI  DATA SASARAN 

  7. SETIAP ANAK BGM DAN STUNTING, SERTA SEMUA PENDERITA TB HARUS MEMILIKI JAMINAN KESEHATAN BAIK PBI MAUPUN MANDIRI

  8. MONITORING DAN EVALUASI  RENCANA AKSI DAERAH DI LAKUKAN 2 KALI DALAM SATU TAHUN

  9. REWARD BAGI KECAMATAN DAN DESA YANG BERHASIL MENEKAN KASUS STUNTING, MENINGKATKAN PENEMUAN KASUS TB, DAN PENINGKATAN  CAPAIAN IMUNISASI

Sambutan